Efek Pada Papan Pemantauan Khusus
| Kriteria | Keterangan |
|---|---|
| 1 | Harga rata-rata saham di Pasar Reguler dan/atau Pasar Reguler Periodic Call Auction kurang dari Rp51,00; dan Dalam kondisi likuiditas rendah dengan rata-rata harian nilai kurang dari Rp5.000.000 (lima juta rupiah) dan volume kurang dari 10.000 (sepuluh ribu) selama 3 bulan terakhir. |
| 2 | Laporan Keuangan Auditan terakhir mendapatkan opini tidak menyatakan pendapat (disclaimer). |
| 3 | Tidak membukukan pendapatan atau tidak terdapat perubahan pendapatan pada Laporan Keuangan Auditan dan/atau Laporan Keuangan Interim terakhir dibandingkan dengan laporan keuangan yang disampaikan sebelumnya. |
| 4 | Perusahaan Tercatat yang merupakan perusahaan tambang minerba atau induk dari perusahaan tambang minerba yang belum memperoleh pendapatan dari core business hingga tahun buku ke-4 (keempat) sejak tercatat di Bursa. |
| 5 | Memiliki ekuitas negatif pada laporan Keuangan terakhir. |
| 6 | Tidak memenuhi persyaratan untuk dapat tetap tercatat di Bursa sebagaimana diatur Peraturan Nomor I-A dan I-V (terkait Saham Free float), kecuali ketentuan jumlah saham free float paling sedikit 50.000.000 (lima puluh juta) untuk Papan Utama dan Papan Pengembangan, dan diatas 5% (lima persen) dari jumlah saham tercatat untuk Papan Utama, Papan Pengembangan dan Papan Akselerasi. |
| 7 | Memiliki likuiditas rendah dengan kriteria nilai transaksi rata-rata harian saham kurang dari Rp5.000.000,00 (lima juta rupiah) dan volume transaksi rata-rata harian saham kurang dari 10.000 (sepuluh ribu) saham selama 3 (tiga) bulan terakhir di Pasar Reguler dan/atau Pasar Reguler Periodic Call Auction. |
| 8 | Perusahaan Tercatat dalam kondisi dimohonkan PKPU, pailit, atau pembatalan perdamaian. |
| 9 | Anak perusahaan yang kontribusi pendapatannya material terhadap Perusahaan Tercatat, dalam kondisi dimohonkan PKPU, pailit, atau pembatalan perdamaian. |
| 10 | Dikenakan penghentian sementara perdagangan Efek selama lebih dari 1 (satu) hari bursa yang disebabkan oleh aktivitas perdagangan. |
| 11 | Kondisi lain yang ditetapkan oleh Bursa setelah memperoleh persetujuan atau perintah Otoritas Jasa Keuangan. |
| Kode Saham | Nama Perusahaan | Tanggal Masuk | Kriteria | |
|---|---|---|---|---|
| 1 | OCAP | ONIX CAPITAL Tbk | 19 Jul 2021 | 2, 3, 5, 7 |
| 2 | TAXI | Express Transindo Utama Tbk | 31 Mei 2022 | 1 |
| 3 | ANDI | PT Andira Agro Tbk | 31 Mei 2022 | 1 |
| 4 | BSWD | Bank of India Indonesia Tbk | 31 Mei 2022 | 7 |
| 5 | BTEK | Bumi Teknokultura Unggul Tbk | 31 Mei 2022 | 1 |
| 6 | BLTA | Berlian Laju Tanker Tbk | 31 Mei 2022 | 1 |
| 7 | CMPP | PT AirAsia Indonesia Tbk | 31 Mei 2022 | 5 |
| 8 | ELTY | Bakrieland Development Tbk | 31 Mei 2022 | 1 |
| 9 | IKAI | Intikeramik Alamasri Industri Tbk | 31 Mei 2022 | 1 |
| 10 | KBAG | PT Karya Bersama Anugerah Tbk | 30 Nov 2022 | 1 |
Merujuk pada daftar di atas, terdapat tambahan saham preferen yang masuk pada Papan Pemantauan Khusus dan mendapatkan notasi khusus "X" yaitu PT Centex Tbk (Preferred Stock – CNTB).
